Kamis, 22 Januari 2009

jaringan komputer



Jaringan komputer

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Langsung ke: navigasi, cari

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Klasifikasi Berdasarkan skala :

  • Personal Area Network (PAN)

  • Campus Area Network (CAN)

  • Local Area Network (LAN)

  • Metropolitant Area Network (MAN)

  • Wide Area Network (WAN)

  • Grobal Area Network (GAN)

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

  • Client-server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

  • Peer-to-peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

Berdasarkan topologi jaringan: Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan komputer dapat dibedakan atas:

Wednesday, June 6, 2007

JARINGAN KOMPUTER 2


2.1.1 Prinsip Jaringan Komputer
Jaringan komputer pada prinsipnya adalah hubungan antara beberapa komputer yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer tersebut. Jaringan komputer yang dimaksud bisa kecil (misalnya hubungan antara dua atau beberapa komputer dalam sebuah rental pengetikan), bisa besar (misalnya jaringan komputer bank) atau super besar (seperti internet). Komunikasi yang dilakukan bisa dalam berbagai bentuk misalnya transfer file, perintah akses dan lain sebagainya.

2.1.2. Fungsi Jaringan Komputer
Adapun fungsi dari jaringan komputer adalah sebagai berikut :
1. Data share. Data yang terdapat pada satu komputer dapat digunakan atau diproses juga oleh komputer lainnya. Dengan sistem jaringan, maka dapat dengan mudah komputer yang satu saling bertukar data dengan computer lainnya. Contoh meng-copy data dengan skala besar & kecil dengan cepat.
2. Software share. Program yang terdapat pada satu komputer dapat digunakan juga oleh komputer lainnya. Dengan software share, memungkinkan semua komputer terhubung dalam satu program.
3. Resources share. Penggunaan perangkat keras secara bersama-sama sehingga tidak memerlukan pemasangan setiap perangkat keras ke setiap unit komputer. Contohnya adalah penggunaan printer, scanner, atau kamera.

2.1.3. Topologi Jaringan Komputer
Topologi jaringan komputer adalah penggambaran secara fisik suatu jaringan komputer. Dalam jaringan komputer beberapa workstation yang dipasang akan terhubung ke komputer lain dengan menggunakan media transmisi. Oleh karena itu topologi dalam jaringan komputer adalah penggambaran secara fisik bagaimana suatu jaringan komputer dikonstruksi. Adapun topologi jaringan komputer dasar adalah Linear Bus Topology, Ring Topology dan Star Topology.

2.1.3.1. Linear Bus Topology
Topologi jaringan ini paling sederhana dibandingkan dengan topologi-topologi yang lain. Topologi ini hanya memerlukan kabel yang relatif pendek dan susunan pengkabelannya juga sangat sederhana. Selain itu juga mudah dikembangkan. Jaringan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa bus yang dipasang pada kabel secara bersama-sama. Jaringan dengan topologi ini apabila terjadi kerusakan akan sulit di diagnosa. Selain itu bus akan memikul beban penuh apabila lalu lintas jaringan sangat padat.


WorkStation 1
WorkStation 2
WorkStation 3
WorkStation 4
WorkStation 5
Server

2.1.3.2. Ring Topology
Topologi ini menggunakan teknik yang berbentuk cincin (ring). Jadi seperti lingkaran tanpa ujung, sebagaimana layaknya cincin. Dengan topologi ini workstation dan server dihubungkan dengan bentuk lingkaran (cincin) pada satu media transmisi. Pemakaian kabel dalam topologi ini juga relatif pendek, dengan demikian biayanyapun akan murah. Sama seperti Linear Bus Topologi, apabila dalam jaringan ini terjadi kerusakan maka akan sulit di diagnosa.
WorkStation 1
WorkStation 2
WorkStation 3
WorkStation 4
WorkStation 5
Server

2.1.3.3. Star Topology
Topologi ini sering disebut topologi bintang karena topologi ini memiliki suatu simpul pusat. Dari simpul pusat yang berupa concentrator inilah server, node, ataupun workstation dihubungkan. Penghubung ke semua piranti tersebut dilakukan dengan media transmisi kabel. Susunan kabel juga relatif mudah untuk dimodifikasi. Namun dengan sistem ini kabel yang diperlukan relatif lebih besar dibanding topologi-topologi yang lain sehingga investasinya akan lebih mahal. Juga masih diperlukan sebuah concentrator sebagai simpul pusat. Salah satu kerugian Star Topology adalah apabila concentrator rusak, maka jaringan akan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

WorkStation 1
WorkStation 2
WorkStation 3
Server

WorkStation 5
Hub

2.1.4. Protokol Jaringan
Dalam dunia komunikasi data komputer, protokol mengatur bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain. Dalam jaringan computer dapat digunakan banyak macam protokol tetapi agar dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi, keduanya perlu menggunakan protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip dengan bahasa. Agar dapat berkomunikasi, manusia harus menggunakan bahasa yang sama (pengecualian untuk kasus manusia yang sanggup mengerti bahasa yang lain tetapi tidak mampu untuk menjawab memakai bahasa itu, sehingga bahasa yang dipergunakan pada kasus ini kemungkinan menggunakan dua bahasa).
Untuk mempermudah pengertian, penggunaan, desain serta agar terjadi penyeragaman di antara perusahaan pembuat peralatan jaringan komputer, Internasional Standart Organization (ISO) mengeluarkan suatu model lapisan jaringan yang disebut Open Systems Interconnection (OSI). Didalam model OSI ini, proses pengolahan data dibagi dalam tujuh lapisan (layer) dimana masingmasing lapisan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Model OSI tidak membahas secara detail cara kerja dari tiap-tiap lapisannya.
Selain model OSI, ada juga model TCP/IP yang dikeluarkan oleh Department of Defense Amerika (DOD). Jika OSI terdiri dari tujuh lapisan maka TCP/IP hanya terdiri dari empat lapisan. Komputer-komputer yang terhubung ke jaringan dapat saling berkomunikasi karena menggunakan protokol yang sama, yaitu protokol TCP/IP. Perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan Solaris.



2.1.5. Protokol TCP/IP
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto jaringan komputer disebabkan karena:
· Open protocol (Terbuka bagi siapa saja). Protokol TCP/IP didokumentasikan dalam bentuk Request For Comment (RFC), dapat diambil oleh siapapun tanpa biaya.
· No suspend (Tidak bergantung). Protokol TCP/IP dikembangkan tanpa bergantung pada sistem operasi atau perangkat keras tertentu. Pengembangan TCP/IP dilakukan dengan konsensus dan tidak tergantung pada produsen tertentu.
· Flexible. Protokol TCP/IP dapat dijalankan pada jaringan ethernet, Token Ring, jalur telepon dial-up, jaringan X-25, dan praktis jenis media transmisi apa pun.
· Unique Address. Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam skala global. Dengan cara ini, komputer dapat saling terhubung walau jaringannya seluas internet.
· Routing Facility. TCP/IP memiliki fasilitas routing sehingga dapat diterapkan pada internetwork.

TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang berfungsi melakukan komunikasi data pada jaringan komputer. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protocol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Jadi tugas masing-masing protokol menjadi jelas dan sederhana. Protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol yang lain, sepanjang ia masih bisa saling mengirim dan menerima data.
TCP/IP terbagi dalam beberapa lapisan (layer) yang sebenarnya merupakan penyederhanaan dari arsitektur protokol standar yang dibuat oleh ISO, yaitu suatu model arsitektur yang disebut OSI. Perbandingan antara lapisan-lapisan yang ada pada OSI dengan lapisan-lapisan pada protokol TCP/IP dapat dilihat pada gambar berikut:


Network Access Layer merupakan lapisan terbawah dari hirarki protocol TCP/IP. Lapisan ini digunakan untuk mengirimkan data ke piranti lain yang bergabung dalam jaringan. Datagram adalah format paket yang didefinisikan oleh Internet Protocol pada jaringan yang berbasis pada packet switching. Jadi datagram merupakan unit transmisi elementer dalam jaringan TCP/IP. Network Access Layer pada model TCP/IP mencakup dua lapisan terbawah dari model OSI yaitu Data Link dan Physical Layer. Fungsi lain yang ditangani oleh lapisan ini adalah enkapsulasi datagram ke dalam frame yang ditransmisikan oleh jaringan dan konversi IP address ke dalam alamat yang cocok untuk jaringan fisik di mana datagram ditransmisikan.
Internet layer merupakan bagian utama dari TCP/IP karena di dalamnya berisi Internet Protocol yang menyediakan pelayanan pengiriman paket elementer dari jaringan TCP/IP yang dibangun. Fungsi dari Internet Protocol adalah :
· Mendefinisikan skema pengalamatan jaringan komputer.
· Mendefinisikan datagram yang merupakan unit transmisi elementer di jaringan komputer.
· Melewatkan data antara Network Access Layer dan Transport Layer.
· Routing datagram ke host yang berada pada jarak jauh,
· Menjalankan fragmentasi dan penyusunan kembali datagram.
· Internet Protocol merupakan protokol yang connectionless (tidak memerlukan proses handshake), tidak dilengkapi error detection dan error recovery.

Transport Layer terdiri atas dua macam protokol penting yaitu TCP(Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). TCP menyediakan pelayanan dalam pengiriman data dengan menggunakan deteksi dan koreksi kesalahan dari ujung ke ujung (end to end) sedangkan UDP menyediakan pelayanan pengiriman data yang connectionless tanpa menggunakan deteksi dan koreksi kesalahan.
Source port
Destination port
Length
Checksum

Source port
Destination Port
Secuence number
Acknowledgement number
Data sheet
Reserved
Flags
Urgent pointer
Option (+padding).
Data (variable)


UDP cukup banyak digunakan karena data yang dikirim cukup kecil sehingga menjadi lebih efisien digunakan sebagai protokol pada Transport Layer. TCP menyediakan mekanisme yang dinamakan Positive Acknowledgement with Re-transmission(PAR). Pada mekanisme ini data akan dikirim lagi sampai diperoleh tanda bahwa data telah terkirim dengan baik dari alamat yang dituju. Satu unit data yang dipertukarkan antara modul-modul TCP dinamakan segment.
Tipe TCP untuk membuka sebuah koneksi atau handshake dinamakan three-way handshake. Pada tipe ini, tiga buah segment saling dipertukarkan. Dari gambar 2.13 terlihat bahwa host A mulai membuka koneksi dengan mengirimkan sebuah segment ke host B dengan mengeset bit dari Synchronize sequence number(SYN). Segment ini memberitahu host B bahwa host A meminta koneksi dan memberitahu host B nomor urutan yang akan digunakan oleh host A sebagai nomor awal segment. Host B memberi tanggapan ke host A dengan memberi segment yang telah diset bit acknowledgement (ACK) dan SYN. Segment B
memberitahu host A nomor urut dimana host B akan memulai koneksi. Akhirnya host A mengirimkan segment berisi pesan telah menerima segment dari host B dan mulai mengirimkan data.

Application Layer melingkupi semua proses yang menggunakan protocol transport layer untuk mengirimkan data. Lapisan ini merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan pelayanan terhadap pengguna seperti fasilitas remote login melalui jaringan, transfer file, email dan sebagainya.
Dari struktur empat lapisan TCP/IP terlihat bahwa data akan dikirim dari application layer menuju jaringan fisik. Tiap kali melewati masing-masing lapisan berikutnya, informasi kendali atau header ditambahkan pada data, sehingga pada saat direkonstruksi kembali pada lapisan TCP/IP yang dituju, data tersebut dapat dibaca. Proses ini dinamakan enkapsulasi.
Gambar 2. 8 Proses Enkapsulasi data

2.1.6. IP (Internet Protokol) Address
2.1.6.1. Pengertian dan Fungsi
Alamat komputer dalam jaringan komputer dinamakan IP Address. IP Address ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan titik. Setiap bilangan tersebut berupa salah satu bilangan yang berharga di antara 0-255 (nilai desimal yang mungkin untuk 1 byte/8 bit). Contoh penulisan IP address ialah sebagai berikut: 132.194.122.144. Jadi dengan menggunakan format seperti diatas, jumlah IP address yang tersedia ialah 255 X 255 X 255 X 255 IP address. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan harus memiliki 1 IP address dan satu alamat IP address hanya boleh dimiliki oleh satu komputer.

2.1.6.2. Format IP Address
IP Address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bit-nya. Tiap 8 b it ini disebut oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut :
xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx
Setiap simbol “ x” dapat digantikan oleh angka 0 dan1 misalnya sebagai berikut:
00000100 . 11011100 . 11110001 . 00001001
Bilangan Biner notasi IP Adress
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti di atas tidaklah mudah dibaca dan ditulis. Untuk membuatnya lebih mudah dibaca dan ditulis, IP address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Format penulisan seperti ini disebut dotted decimal notation (notasi decimal bertitik). Setiap bilangan tersebut merupakan nilai dari satu oktet (delapan bit) IP address.
Gambar 2. 9 Notasi desimal bertitik

2.1.6.3. Kelas IP Address
IP address terdiri dari 4 buah bilangan 8 bit, maka jumlah IP address yang tersedia ialah 255 x 255 x 255 x 255. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address dikelompokkan dalam kelas-kelas. Tujuannya pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP address.
IP address dikelompokkan dalam lima kelas: kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. Khusus kelas D diperuntukkan bagi jaringan multicast dan Kelas E untuk keperluan eksperimental.
Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal : network-ID dan host-ID dari suatu IP address. Setiap IP address selalu merupakan sebuah pasangan dari network-ID (identitas jaringan) dan host-ID (identitas host dalam jaringan tersebut).
§ Network-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan jaringan tempat komputer ini berada.
§ Host-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut. Dalam semua jaringan, host-ID harus unik (tidak boleh ada yang sama).
Tabel 2. 1 Perbandingan Network-ID
Kelas IP
Network-ID
A
1.H.H.H s/d 126.H.H.H
B
28.1.H.H s/d 191.254.H.H
C
192.0.1.H s/d 233.255.254.H

Tabel 2.1 menunjukkan perbandingan range dari Network-ID dari kelas A, B, C. sedangkan untuk perbandingan Host-ID yang dimiliki oleh ketiga kelas tersebut dapat dilihat pada tabel.

Tabel 2. 2 Perbandingan Host-ID
Kelas IP
Host-ID
A
N.0.0.1 s/d N.255.254
B
N.N.0.1 s/d N.N.255.254
C
N.N.N.1 s/d N.N.N.254

Sedangkan perbandingan IP address untuk kelas A, B dan C terhadap jumlah host dan jaringan yang dapat disediakan masing-masing kelas diperlihatkan pada table dibawah ini:

Tabel 2. 3 Perbandingan Jumlah Jaringan dan Host
Kelas IP
Jumlah Jaringan
Jumlah Host
A
126 16.777.
214
B
16.384 65.
534
C
2.097.152
254

2.1.6.4. Aturan Dasar Pemilihan Network-ID dan Host-ID
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network-ID dan host-ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut antara lain :
- Network-ID tidak boleh sama dengan 127. Karena digunakan untuk keperluan loopback. Loopback ialah IP address yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
- Network-ID dan host-ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1). Jika hal ini dilakukan, network-ID atau host-ID tersebut akan diartikan sebagai alamat broadcast. Broadcast-ID artinya alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat broadcast akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota jaringan tersebut.
- Network-ID dan Host-ID tidak boleh 0 (nol). IP address dengan host-ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network ialah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukkan suatu host.
- Host-ID harus unik dalam satu network. Dalam satu jaringan tidak boleh ada dua host yang memiliki host-ID yang sama.

2.1.7. Port
Ketika data dikirimkan melalui jaringan ke suatu host tertentu, data tersebut harus dikirim ke tempat dan proses yang tepat. Data yang dikirim turun atau naik pada lapisan-lapisan protokol TCP/IP harus dapat menyampaikan data untuk masing-masing lapisan pada protokol yang tepat. Sistem harus dapat mengkombinasikan data dari berbagai aplikasi ke beberapa protokol jaringan. Proses mengkombinasikan data dari berbagai sumber ke suatu jalur data tunggal dinamakan proses multiplexing, sedangkan proses sebaliknya dinamakan demultiplexing. Untuk memperoleh data yang tepat pada tiap-tiap lapisan tersebut, Internet Protokol menggunakan nomor port protokol untuk mengidentifikasi transport protocol, selanjutnya transport protocol tersebut menggunakan nomor port untuk mengidentifikasikan aplikasi yang akan digunakan.
Nomor protokol merupakan sebuah byte tunggal pada word ketiga dari header datagram. Nilainya merupakan layer protocol Internet Protokol yang menunjukkan ke mana data harus dikirim. Setelah Internet Protokol mengirimkan data yang masuk ke transport protokol, kemudian transport protokol mengirimkan data ke proses aplikasi yang tepat. Aplikasi proses atau network services ditunjukkan dengan nomor port yang merupakan data 16 bit. Nomor port data asal dan nomor port data tujuan terletak pada header pertama data word dari tiap-tiap bagian paket TCP maupun UDP.



2.1.8. Socket
Socket merupakan jembatan yang menghubungkan suatu aplikasi berbasis jaringan dengan lapisan TCP/UDP pada sistem operasi. Gambar berikut menunjukkan ilustrasi mengenai socket:

Gambar 2. 11 Ilustrasi mengenai socket

Sebuah socket umumnya digunakan pada aplikasi yang menyangkut perpindahan data melalui jaringan komputer. socket menyediakan jalur untuk mentransfer data ke tujuan. Seperti terlihat pada gambar di atas, terdapat dua pasang socket, yaitu yang digunakan untuk proses pengiriman data dan yang digunakan untuk proses penerimaan data.
Pada aplikasi client-server, socket digunakan dalam implementasi program sisi client maupun sisi server. Saat client mengirimkan request, socket pengiriman ada pada sisi client, sementara socket penerimaan ada pada sisi server. Pada saat server mengirimkan response, socket pengiriman ada pada sisi server, sementara socket penerimaan ada pada sisi client.
Sebuah socket dilengkapi dengan alamat, yang terdiri atas IP address tujuan dan nomor port. Nomor port merupakan bilangan bulat yang digunakan untuk membedakan layanan-layanan yang berjalan pada komputer server yang sama. Pengguna layanan menggunakan nomor port ini untuk menghubungi komputer server dengan workstation (client).
Dengan menggunakan nomor port yang standar, komunikasi dapat terjadi antar beberapa komputer dari jarak jauh untuk mengerjakan berbagai layanan jaringan, karena baik pengirim maupun penerima saling mengetahui ke mana data harus dikirim menggunakan nomor port tersebut. Sebagai contoh, semua system menggunakan nomor port 23 untuk aplikasi TELNET. Lampiran tentang daftar Port Number terdapat pada lampiran. Port 80 untuk aplikasi website.
Oleh karena pada perancangan sistem akan dibuat suatu jenis layanan baru dengan memanfaatkan socket, maka dapat dibuat nomor port tersendiri untuk aplikasi tersebut. Winsock merupakan socket yang digunakan untuk menjadi antarmuka (interface) antara TCP/IP dengan Microsoft TCP/IP. Winsock dibuat pada tahun 1991. Sekarang ini kebanyakan aplikasi internet berbasis Windows menggunakan Winsock. Ada dua macam operasi yang bisa dilakukan Winsock, yaitu:
SckTCPProtokol, pada mode ini, Winsock menggunakan protokol TCP sehingga koneksi yang dibangun bersifat connection oriented.
SckUDPProtokol, pada mode ini, Winsock menggunakan protokol UDP sehingga koneksi yang dibangun bersifat connectionless.
Posted by: kangmas | 13 Januari 2009

Topologi Jaringan

TOPOLOGI JARINGAN

1TopologiBus
Topologi ini merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup , dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam topologi ini melewati dalam dua arah dalam sebuah kabel sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi. Topologi ini memiliki kekurangan yaitu apabila ada segmen kabel yang putus maka seluruh jaringan akan terhenti.

Keuntungan

· Hemat kabel

· Layout kabel sederhana

· Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain

Kerugian

· Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

· Kepadatan lalu lintas pada jalur utama

· Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan

· Diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Topologi Ring

Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node,Signal mengalir dalam satu arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision ,sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.Problem dari tipe topologi jaringan ini yaitu apabila segmen kabel putus maka seluruh jaringan akan putus.


Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya
collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

3 Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini bahwa setiap node berkomunikasi langsung dengan central node , traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.Jika salah satu segmen kabel putus , jaringan ini tidak terputus.

Keuntungan

· Paling fleksibel

· Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain

· Kontrol terpusat

· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan

Kerugian

· Boros kabel

· Perlu penanganan khusus

· Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Leave a response -

Your response:

Categories

    Web blogdetik
i'm done watching this
i'm done watching this

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar